/page/2

Selamat ulang tahun, lintang #31harimenulis

“semoga sukses, sehat, semakin dewasa, dan tidak galau lagi”
Kira-kira itu sebagian besar ucapan yang masuk. Thank you semua ;) semoga saya bisa menjadi lebih baik di umur 18ini . Amin…
Sorry for this sorth post, besok akan disambung :P hihihi

17 tahun ke 18 tahun #31harimenulis

Besok, insyaAllah saya akan masuk ke usia 18 tahun. Berarti, hari ini insyaAllah jadi hari terakhir “umur 17” saya.

Kata orang, usia 17 tahun adalah usia keemasan yang harus dimanfaatkan. Katanya bisa bebas yang benar-benar bebas. Tapi, katany usia 17 juga usia yang rawan.

Saya sejenak berfikir, apa yang sudah saya lakukan selama hidup 17 tahun di dunia ini? Apa saya sudah baik? Apa saya terlalu berhura-hura? Apa saya sudah bisa membanggakan orang tua?

Di umur 17 tahun, saya hura-hura melulu. Mungkin saya yang berprinsip “yaudah lah, gabrus aja” terlalu menerapkan prinsip itu. Saya kebanyakan berpetualang kesana kemari speerti hewan liar. Sayangnya, saya jadi lupa berusaha membanggakan orang tua. Saya belajar sih, saya lulus sekolah sih, saya keterima PTN sih, tapi……

Tapi saya terlalu banyak hura-hura.

Oke, saya sadar meninggalkan usia 17 itu sedih. Masuk ke usia 18 itu….berat. Sudah 18 tahun berarti sudah gak musim hura-hura tanpa ngutek mikir duit. Sudah 18 tahun seharusnya sudah gak musim ngerengek-rengek minta gadget baru. Sudah 18 tahun seharusnya sudah gak galau-galau lebay kangen pacar. Sudah 18 tahun seharusnya sudah rajin sholat tepat waktu. Sudah 18 seharusnya sudah berani gendong anak kecil dan berlaku baik kepada mereka. Sudah 18 tahun seharusnya sudah mandiri. Sudah 18 tahun seharusnya sudah berani menghadapi masalah sendiri. Sudah 18 tahun seharusnya sudah gak suka bete-bete sendiri.

Oke…itu seharusnya, semoga saya bisa melaksanakannya.

Bismillah, semoga Allah memberi waktu bagi saya, semoga Allah meridhoi sisa usia-usia saya, Semoga Allah melindungi saya selalu, amin….

*merenung di usia 17 tahun*

“ternyata rasa ini benar adanya…” #31harimenulis

Yes, ternyata rasa ini benar adanya. Tunggu, saya bukan sedang jatuh cinta kok. Saya baru saja menulis kalimat favorit salah seorang sahabat saya, Oxa.

“ternyata rasa ini benar adanya” adalah kalimat favorit Oxa untuk memebajak twitter orang. Biasanya, kalau dia sudah membajak dengan kalimat itu, mention akan banyak masuk ke orang yang dibajak. Sebagian besar berisi “cieeeeee”.

Yap, saya kali ini akan cerita tentang Oxapisi Vidyandika Adhikresna (kinakaasya delarosa). Semoga fotonya bisa saya upload supaya kalian tidak penasaran seperti apa wajah Oxa. 

Oh shiti, wifi kos saya mendadak mati ditengah upload foto. nanti saya sertakan foto dia di akhir ya.

Oxa ini teman saya sejak kelas X SMA. Kami berteman karena dia temannya Rafi, dan Rafi teman 1 SMP saya. Kami kenalan lalu sering duduk berdekatan. Biasanya, saya dan Rafi duduk di kursi pojok kiri belakang deket pintu keluar, dan Oxa di depan kami. Nah, Oxa ini dulu disenengin sama teman saya yang bernama Tyok, yang kebetulan kenal dengan saya. Lalu mereka pacaran dan kami berempat (Rafi, Oxa, Tyok, Lintang) semakin dekat.

Sampai akhirnya, saya masuk IPS dengan Rafi dan Oxa masuk IPA dengan Tyo. Kami berpisah. Tapi tetep tiap pulang sekolah selalu bersama. Saya lupa sedekat apa kami, yang jelas sangat dekat. Kita pernah ke Singapore bareng-bareng (sama sekolah sih) dan itu super menyenangkan sekali. Waktu kelas XII, Oxa deket sama salah seorang cowok bernama Fian (sekarang mereka pacaran) dan saya ikut sumbang asih kasih dan trik-trik mempersatukan mereka yang super unyu :3 hihihi.

Oxa ini teman yang baik, baik sekali. Dan Oxa ini orangnya ngoyo dan setia kawan. Oxa juga teman yang lucu dan unyu, dia pernah bilang pacar saya ganteng… #njuk?

Satu hal yang jelek dari Oxa, dia ini ratu mie dan makanan cepat saji. Kasihan ususnya, selalu dijejali mie dan jajanan semacam mekdi dkk. Dulu pernah dia makan sayur dan dia sangat senang :’), ibunya jarang masak jadi dia jarang makan masakan rumah.

Saya saat menulis ini super duper kangen sama dia. Dia salah satu orang yang terlihat sangat senang ketika saya jadian atau jalan-jalan sama pacar saya. >.< Unyu pokoknya dia…..

Ya itu tadi sekilas tentang salah seorang sahabat saya. Sekarang dia kuliah di jurusan Teknik Informatika (kalau tidak salah) UNDIP. Dia ini anak design yang hebat. Designya keren keren, salah satu deginer (grafis) favorit saya. Satu hal yang saya rindu: main di kamar Oxa dan memeluk bunder, bonekanya. Kamarnya Oxa adeeeem, empuk dan ada bunder serta Be si Beruang :3

Iklan Casablanca: tereak yuk

Tahu iklan Casablanca Parfume gak? Menurut saya itu adalah iklan paling mengundang teriakan dan makian. Kenapa? KARENA LDR GAK SEMUDAH YANG DIGAMBARKAN IKLAN ITU WOOOOYYYYY!!!!! #GAKSANTAI #BANGETCOY

Ehm, jadi saya akan sedikit menggambarkan iklan itu, dan mengapa saya menyebutnya sebagai iklan paling mengundang teriakan.

Jadi alkisah sepasang sejoli yang doyan pakai parfume lagi kangen-kangenan. Kayaknya sih, yang cowok tinggal di Paris, yang cewek di Indonesia. LDR gitu mereka ceritanya. Terus, disuatu malam mereka kangen dan memutuskan untuk telponan. Mereka saling sahut-sahutan pakai bahasa Perancis (mungkin) intinya saling bilang “aku kangen kamu” sama “aku juga”. Terus si cewek nyemprot parfume ke badannya, si cowok juga nyemprot parfume. Crot crot crot hmmmm wangi, mungkin gitu -__-. Lalu entah mengapa mereka kemudian naik pesawat sambil tetep kangen-kangenan. Dan….mereka turun dari pesawat, lalu bertemu. Pelukan. Terus penampakan parfume diliatin dan iklan pun berakhir.

Tepuk tangan.

Andai aja ya LDR semudah iklan Casablanca Parfume. Kangen-telpon-semprot parfume-naik pesawat-ketemu-pelukan. Cieeee~

tiap lihat iklan ini selalu pengen tereak -____-

nih link kalau ada yang mau lihat iklannya. Taglinenya So Close so confident. Cihui punya nih http://www.youtube.com/watch?v=7m_XuZODDKc

banyak kata kangennya T.T #31harimenulis

Saya sedang kangen orang. Saya kangen bapak saya. Saya kangen ibu saya. Bahkan saya kangen kakak saya. Saya juga kangen pacar saya. Saya kangen sahabat saya. Saya kangen rumah saya. Saya kangen kasur saya. Saya kangen mobil kakak saya. Saya kangen garasi rumah saya. Saya kangen SMA saya. Saya kangen aspal depan rumah saya. Saya kangen rumah kajen. Saya kangen kuda kajen. Saya kangen rusa kajen. Saya kangen saudara-saudara saya. Saya kangen mas ajudan. Saya bahkan kangen pak pitoyo T.T.  Saya kangen semua orang. Saya cuma enggak kangen sama supir saya di semarang T.T.

Saya….kangen sekali dengan suasana rumah…. Saya homesick berat. Berat sekali kayak Gaza keponakan saya yang umurnya 3 tahun tapi udah gak ada yang kuat nggendong saking beratnya. Saya kangen rewo-rewo beli makanan terus lari-lari ngejar bayi. Saya kangen jalan-jalan.

Selain homesick berat, saya kangen pacar saya. Beneran…… Saya kangen dia yang sudah lama tidak keliatan. Saya kangen jalan-jalan berdua. Saya kangen liat dia makan. Saya kangen kepanasan sama dia di jalan. Saya kangen naik motor berdua. Saya kangen beli jus berdua. Saya kangen sholat berdua. Saya kangen dia saya kangen sekali saya lupa kapan terakhir keteu saya kangen kangen kangen sekali……..

Saya kangen semua orang. Saya kangen semua orang. Saya kangen semua orang…. :(

serem gak sih? #31harimenulis

Halo pengunjung yang budiman, apa kabar? Hari ini Anang Ashanti menikah lho, ini saya tengah menonton prosesi akad nikahnya live dari Jodohku RCTI , #njuk? Saya mau ikut berbahagia saja kalau mereka menikah. Tapi saya agak yakin kalau nanti mereka sudah menikah infotaiment akan lebih banyak diisi dengan rangkul-rangkulan mereka dan pipi serta bunda yang disebut-sebut. 

Ngomong-ngomong soal nikah, saya jadi ingat apa kata pak Camat (saya lupa camat daerah mana karena sangat banyak camat dan semua camat saya panggil pak camat dan saya sapa dengan sapaan Om). Waktu mbak Nica nikah, saya didandani dengan sanggul dan kebaya untuk jadi pager ayu, dan ketika bertemu pak camat keesokan harinya, si pak Camat ini bilang “Yakinah mbak Lintang ayune pok yakin mbak, wes pantes dikawinke mbak yakin po o!” (yakin deh mbak lintang cantik banget mbak, udah pantes dinikahin mbak beneran- begitulah artinya, kira-kira). Cie, saya saat itu merasa melayang dengan pujian cantik yang beliau lontarkan, tapi takut juga kalau-kalau mau dinikahin. Dinikahin sama anaknya gitu maksud saya……… #plak

Soal nikah menikah ini sudah pernah dibicarakan anak-anak kos 8A. Jadi sepertinya teman-teman kos saya adalah wanita kece yang sudah menata masa depan dan merangcang bahtera rumah tangga yang akan mereka lalui. Ada yang sudah merancang soal pertunangan, perpacaran yang lebih serius, bahkan memikirkan warna kebaya untuk pernikahan.

Perbincangan soal nikah sebenernya hal yang saya takuti. Saya takut karena menurut saya menikah itu hal yang super sakral dan tidak bisa dianggap “iya iya aja”. (ANYWAY, WAKTU SAYA NGETIK INI IJAB QABUL ANANG ASHANTI SAH…..) . Menikah berarti hidup bersama, selamanya. Penekanan pada kata selamanya. Menikah berarti menerima, segalanya. Penekanan pada segalanya. Cukuplah dua hal itu saja, mengetahui dua hal itu saja saya takut sekali. Hidup bersama dan menerima apapun yang nanti seseorang beri. Serem gak sih? I’m asking seriously…. 

Kalau sudah menikah, harus menerima apapun kan? Kalau pasangan kita jadi jelek, jadi keriput, jadi nyebelin, jadi jahil, jadi sensinan, jadi apapun, harus menerima. Harus terus bersama. Makanya kalau gak dipikirin mateng-mateng, serem gak sih?

Saya hanya sekedar mikir aja kalau lihat orang menikah. Saya sudah besar, kata bapak saya. Sudah harus bisa mikir segalanya, kata bapak saya. Sudah harus pakai otak, kata bapak saya. Dan menurut saya, hal ini adlaah hal wajar yang boleh saya pikirkan. Bukan, saya bukan mau lekas menikah kok. Saya masih santai , halah ceilah . Saya hanya berfikir, mungkin kita harus sadar bahwa ada hal yang “serem” di dunia ini, dan kita sebentar lagi akan sampai pada fase tersebut. Well, for sure menikah itu “seram”, jadi sedih lah kalau menikah tidak dipikirkan baik-baik. 

Bytheway, selamat kepada semua yang menikah, terutama Anang Ashanti, semoga lekas punya anak dan hidup bahagia selamanya.

jauh dekat sama aja mbak
– bang angkot. akan saya ingat selalu perkataannya. JAUH DEKAT SAMA AJA WOY!

Aryo(k) #31harimenulis

Halo! Selamat weekend pengunjung yang budiman dan pintar dalam move on. Sudahkah anda ngetwit “TGIF” hari ini?

Tadi malam, saya mendadak terbesit nama bayi. Gak tau kenapa, tapi pengen kasih nama bayi. Saya sempet punya beberapa persiapan nama. Kalau cewek saya pengen kasih nama Agni, artinya api. Kalau cowok saya pengen kasih nama Banyu, artinya air. Terus sempet mikir juga kalau nama Galaksi keren. Tapi saya inget-inget kalau nama Galaksi itu adalah nama salah satu pemeran Gogo girls (Sinetronnya 7Icons), gak jadi deh… Tapi saya selalu terbayang satu nama yaitu Aryo. Someday, kalau punya anak akan saya namai Aryo. Kenapa Aryo? Karena nama ini dulu hampir saja menjadi nama saya. Usut punya usut dengar curi dengar bapak saya dulu kepengen anak laki-laki dan beliau sudah menyiapkan nama “Aryo Jati Pamungkas” untuk saya yang lagi diem di perut ibu. Ternyata, saya perempuan. Akhirnya namanya diganti jadi nama cantik untuk orang cantik (pfft!) jadilah Anindita Lintang Pakuningjati (anyway nama saya di blog 31harimenulis.blogspot.com salah, bukan Adindita(?) tapi Anindita). 

Ngomong-ngomong soal Aryo, sebenarnya saya menulis aryo-aryoa ini bukan mau membahas soal nama bayi. Tapi saya mau menulis tentang salah seorang teman saya, teman dekat saya, yang bernama Aryo. Nama lengkapnya Aryo Adhi Prasetyo. Semoga saya punya fotonya supaya kalian bisa lihat. Pelan-pelan kalau ngeliat, jangan langsung berprasangka buruk. (ternyata upload foto ditengahnya eror, nanti ya dibawah liat penampakan dia)

Saya dan dia berteman sejak kelas X. Kita ketemu di kelas X.12. Sebenarnya kita dipertemukan dan diakrabkan secara tidak sengaja saat ulangan. Jadi saya absen 4, dia absen 5 dan kita teman yang saling mengerti kekurangan dan kelebihan, kita saling melengkapi. Melengkapi jawaban…. Yes, dia rekan ulangan saya. Tapi kemudian kita jadi akrab, saya lupa kenapa bisa akrab, yang jelas akrab. 

Saya dan dia punya panggilan khusus. Saya panggil dia kecil, dia panggil saya kecil, cieeeeeeeeee -____-. Saya panggil dia kecil karena dia kecil, kecil beneran HAHAHA. Dia panggil saya kecil karena saya berbadan kecil langsing seperti model. Jadilah kita sama-sama kecil.

Dia ini orang yang suka sepak bola. Dia salah satu pemain bola favorit saya. Oh dia 

atlet kok, kan dia anak GFC. Kalau gak salah GFC itu kepanjangannya Ganesha Football Club, club sepak bola SMA 3 Semarang. Atlet toh? Ya atlet lokal…

Menurut saya, dia ini pintar sekali. Pintar pelajaran eksak, pintar boso jowo (alus bisa kasar cumlaud), dan dia pintar membaca alquran serta mulai fasih berbahasa arab. Dia pintar sekali, saya jadi sadar jasa-jasanya membantu saya naik kelas X setelah menulis ini -____-. Saya tidak tahu apa yang dia tidak bisa. Mungkin saya termasuk orang yang iri sekaligus kagum. Ya tentu dia punya kekurangan, banyak. Tapi saya kagum saja sama dia. Sekarang, dia kuliah di Undip jurusan teknik kimia. Keren kan temen saya ini? Iyalah saya kan keren…pret.

Oke, itu tadi sekilas tentang dia. Teman saya yang kecil dan lucu tapi nyebelin dan tegaan. Saya kangen main sama dia dan temen-temen yang lain. Saya kangen ngobrol banyak apalagi kalau lagi banyak masalah kayak gini. Nanti kalau saya ke semarang semoga saja bisa ketemu. Anyway, ini fotonya dia. Semoga tidak mengundang gosip hangat yang ngalahin persiapan nikah ashanti anang ya.

(my bad ternyata fotonya gabisa di upload. Kenapa ya saya juga tidak tahu. Nanti saya upload foto dia lagi oke. Dia gak ganteng banget kok gausah penasaran banget ya -___- hahaha)

hai cowok, gausah bilang lemah ke cewek yang lagi sakit perut karena menstruasi. Coba kamu sehari saja mens sana. Rasain sendiri…
– seriously man….

Selamat ulang tahun, lintang #31harimenulis

“semoga sukses, sehat, semakin dewasa, dan tidak galau lagi”
Kira-kira itu sebagian besar ucapan yang masuk. Thank you semua ;) semoga saya bisa menjadi lebih baik di umur 18ini . Amin…
Sorry for this sorth post, besok akan disambung :P hihihi

17 tahun ke 18 tahun #31harimenulis

Besok, insyaAllah saya akan masuk ke usia 18 tahun. Berarti, hari ini insyaAllah jadi hari terakhir “umur 17” saya.

Kata orang, usia 17 tahun adalah usia keemasan yang harus dimanfaatkan. Katanya bisa bebas yang benar-benar bebas. Tapi, katany usia 17 juga usia yang rawan.

Saya sejenak berfikir, apa yang sudah saya lakukan selama hidup 17 tahun di dunia ini? Apa saya sudah baik? Apa saya terlalu berhura-hura? Apa saya sudah bisa membanggakan orang tua?

Di umur 17 tahun, saya hura-hura melulu. Mungkin saya yang berprinsip “yaudah lah, gabrus aja” terlalu menerapkan prinsip itu. Saya kebanyakan berpetualang kesana kemari speerti hewan liar. Sayangnya, saya jadi lupa berusaha membanggakan orang tua. Saya belajar sih, saya lulus sekolah sih, saya keterima PTN sih, tapi……

Tapi saya terlalu banyak hura-hura.

Oke, saya sadar meninggalkan usia 17 itu sedih. Masuk ke usia 18 itu….berat. Sudah 18 tahun berarti sudah gak musim hura-hura tanpa ngutek mikir duit. Sudah 18 tahun seharusnya sudah gak musim ngerengek-rengek minta gadget baru. Sudah 18 tahun seharusnya sudah gak galau-galau lebay kangen pacar. Sudah 18 tahun seharusnya sudah rajin sholat tepat waktu. Sudah 18 seharusnya sudah berani gendong anak kecil dan berlaku baik kepada mereka. Sudah 18 tahun seharusnya sudah mandiri. Sudah 18 tahun seharusnya sudah berani menghadapi masalah sendiri. Sudah 18 tahun seharusnya sudah gak suka bete-bete sendiri.

Oke…itu seharusnya, semoga saya bisa melaksanakannya.

Bismillah, semoga Allah memberi waktu bagi saya, semoga Allah meridhoi sisa usia-usia saya, Semoga Allah melindungi saya selalu, amin….

*merenung di usia 17 tahun*

“ternyata rasa ini benar adanya…” #31harimenulis

Yes, ternyata rasa ini benar adanya. Tunggu, saya bukan sedang jatuh cinta kok. Saya baru saja menulis kalimat favorit salah seorang sahabat saya, Oxa.

“ternyata rasa ini benar adanya” adalah kalimat favorit Oxa untuk memebajak twitter orang. Biasanya, kalau dia sudah membajak dengan kalimat itu, mention akan banyak masuk ke orang yang dibajak. Sebagian besar berisi “cieeeeee”.

Yap, saya kali ini akan cerita tentang Oxapisi Vidyandika Adhikresna (kinakaasya delarosa). Semoga fotonya bisa saya upload supaya kalian tidak penasaran seperti apa wajah Oxa. 

Oh shiti, wifi kos saya mendadak mati ditengah upload foto. nanti saya sertakan foto dia di akhir ya.

Oxa ini teman saya sejak kelas X SMA. Kami berteman karena dia temannya Rafi, dan Rafi teman 1 SMP saya. Kami kenalan lalu sering duduk berdekatan. Biasanya, saya dan Rafi duduk di kursi pojok kiri belakang deket pintu keluar, dan Oxa di depan kami. Nah, Oxa ini dulu disenengin sama teman saya yang bernama Tyok, yang kebetulan kenal dengan saya. Lalu mereka pacaran dan kami berempat (Rafi, Oxa, Tyok, Lintang) semakin dekat.

Sampai akhirnya, saya masuk IPS dengan Rafi dan Oxa masuk IPA dengan Tyo. Kami berpisah. Tapi tetep tiap pulang sekolah selalu bersama. Saya lupa sedekat apa kami, yang jelas sangat dekat. Kita pernah ke Singapore bareng-bareng (sama sekolah sih) dan itu super menyenangkan sekali. Waktu kelas XII, Oxa deket sama salah seorang cowok bernama Fian (sekarang mereka pacaran) dan saya ikut sumbang asih kasih dan trik-trik mempersatukan mereka yang super unyu :3 hihihi.

Oxa ini teman yang baik, baik sekali. Dan Oxa ini orangnya ngoyo dan setia kawan. Oxa juga teman yang lucu dan unyu, dia pernah bilang pacar saya ganteng… #njuk?

Satu hal yang jelek dari Oxa, dia ini ratu mie dan makanan cepat saji. Kasihan ususnya, selalu dijejali mie dan jajanan semacam mekdi dkk. Dulu pernah dia makan sayur dan dia sangat senang :’), ibunya jarang masak jadi dia jarang makan masakan rumah.

Saya saat menulis ini super duper kangen sama dia. Dia salah satu orang yang terlihat sangat senang ketika saya jadian atau jalan-jalan sama pacar saya. >.< Unyu pokoknya dia…..

Ya itu tadi sekilas tentang salah seorang sahabat saya. Sekarang dia kuliah di jurusan Teknik Informatika (kalau tidak salah) UNDIP. Dia ini anak design yang hebat. Designya keren keren, salah satu deginer (grafis) favorit saya. Satu hal yang saya rindu: main di kamar Oxa dan memeluk bunder, bonekanya. Kamarnya Oxa adeeeem, empuk dan ada bunder serta Be si Beruang :3

Iklan Casablanca: tereak yuk

Tahu iklan Casablanca Parfume gak? Menurut saya itu adalah iklan paling mengundang teriakan dan makian. Kenapa? KARENA LDR GAK SEMUDAH YANG DIGAMBARKAN IKLAN ITU WOOOOYYYYY!!!!! #GAKSANTAI #BANGETCOY

Ehm, jadi saya akan sedikit menggambarkan iklan itu, dan mengapa saya menyebutnya sebagai iklan paling mengundang teriakan.

Jadi alkisah sepasang sejoli yang doyan pakai parfume lagi kangen-kangenan. Kayaknya sih, yang cowok tinggal di Paris, yang cewek di Indonesia. LDR gitu mereka ceritanya. Terus, disuatu malam mereka kangen dan memutuskan untuk telponan. Mereka saling sahut-sahutan pakai bahasa Perancis (mungkin) intinya saling bilang “aku kangen kamu” sama “aku juga”. Terus si cewek nyemprot parfume ke badannya, si cowok juga nyemprot parfume. Crot crot crot hmmmm wangi, mungkin gitu -__-. Lalu entah mengapa mereka kemudian naik pesawat sambil tetep kangen-kangenan. Dan….mereka turun dari pesawat, lalu bertemu. Pelukan. Terus penampakan parfume diliatin dan iklan pun berakhir.

Tepuk tangan.

Andai aja ya LDR semudah iklan Casablanca Parfume. Kangen-telpon-semprot parfume-naik pesawat-ketemu-pelukan. Cieeee~

tiap lihat iklan ini selalu pengen tereak -____-

nih link kalau ada yang mau lihat iklannya. Taglinenya So Close so confident. Cihui punya nih http://www.youtube.com/watch?v=7m_XuZODDKc

leilockheart:

Found on - LINK

leilockheart:

Found on - LINK

banyak kata kangennya T.T #31harimenulis

Saya sedang kangen orang. Saya kangen bapak saya. Saya kangen ibu saya. Bahkan saya kangen kakak saya. Saya juga kangen pacar saya. Saya kangen sahabat saya. Saya kangen rumah saya. Saya kangen kasur saya. Saya kangen mobil kakak saya. Saya kangen garasi rumah saya. Saya kangen SMA saya. Saya kangen aspal depan rumah saya. Saya kangen rumah kajen. Saya kangen kuda kajen. Saya kangen rusa kajen. Saya kangen saudara-saudara saya. Saya kangen mas ajudan. Saya bahkan kangen pak pitoyo T.T.  Saya kangen semua orang. Saya cuma enggak kangen sama supir saya di semarang T.T.

Saya….kangen sekali dengan suasana rumah…. Saya homesick berat. Berat sekali kayak Gaza keponakan saya yang umurnya 3 tahun tapi udah gak ada yang kuat nggendong saking beratnya. Saya kangen rewo-rewo beli makanan terus lari-lari ngejar bayi. Saya kangen jalan-jalan.

Selain homesick berat, saya kangen pacar saya. Beneran…… Saya kangen dia yang sudah lama tidak keliatan. Saya kangen jalan-jalan berdua. Saya kangen liat dia makan. Saya kangen kepanasan sama dia di jalan. Saya kangen naik motor berdua. Saya kangen beli jus berdua. Saya kangen sholat berdua. Saya kangen dia saya kangen sekali saya lupa kapan terakhir keteu saya kangen kangen kangen sekali……..

Saya kangen semua orang. Saya kangen semua orang. Saya kangen semua orang…. :(

serem gak sih? #31harimenulis

Halo pengunjung yang budiman, apa kabar? Hari ini Anang Ashanti menikah lho, ini saya tengah menonton prosesi akad nikahnya live dari Jodohku RCTI , #njuk? Saya mau ikut berbahagia saja kalau mereka menikah. Tapi saya agak yakin kalau nanti mereka sudah menikah infotaiment akan lebih banyak diisi dengan rangkul-rangkulan mereka dan pipi serta bunda yang disebut-sebut. 

Ngomong-ngomong soal nikah, saya jadi ingat apa kata pak Camat (saya lupa camat daerah mana karena sangat banyak camat dan semua camat saya panggil pak camat dan saya sapa dengan sapaan Om). Waktu mbak Nica nikah, saya didandani dengan sanggul dan kebaya untuk jadi pager ayu, dan ketika bertemu pak camat keesokan harinya, si pak Camat ini bilang “Yakinah mbak Lintang ayune pok yakin mbak, wes pantes dikawinke mbak yakin po o!” (yakin deh mbak lintang cantik banget mbak, udah pantes dinikahin mbak beneran- begitulah artinya, kira-kira). Cie, saya saat itu merasa melayang dengan pujian cantik yang beliau lontarkan, tapi takut juga kalau-kalau mau dinikahin. Dinikahin sama anaknya gitu maksud saya……… #plak

Soal nikah menikah ini sudah pernah dibicarakan anak-anak kos 8A. Jadi sepertinya teman-teman kos saya adalah wanita kece yang sudah menata masa depan dan merangcang bahtera rumah tangga yang akan mereka lalui. Ada yang sudah merancang soal pertunangan, perpacaran yang lebih serius, bahkan memikirkan warna kebaya untuk pernikahan.

Perbincangan soal nikah sebenernya hal yang saya takuti. Saya takut karena menurut saya menikah itu hal yang super sakral dan tidak bisa dianggap “iya iya aja”. (ANYWAY, WAKTU SAYA NGETIK INI IJAB QABUL ANANG ASHANTI SAH…..) . Menikah berarti hidup bersama, selamanya. Penekanan pada kata selamanya. Menikah berarti menerima, segalanya. Penekanan pada segalanya. Cukuplah dua hal itu saja, mengetahui dua hal itu saja saya takut sekali. Hidup bersama dan menerima apapun yang nanti seseorang beri. Serem gak sih? I’m asking seriously…. 

Kalau sudah menikah, harus menerima apapun kan? Kalau pasangan kita jadi jelek, jadi keriput, jadi nyebelin, jadi jahil, jadi sensinan, jadi apapun, harus menerima. Harus terus bersama. Makanya kalau gak dipikirin mateng-mateng, serem gak sih?

Saya hanya sekedar mikir aja kalau lihat orang menikah. Saya sudah besar, kata bapak saya. Sudah harus bisa mikir segalanya, kata bapak saya. Sudah harus pakai otak, kata bapak saya. Dan menurut saya, hal ini adlaah hal wajar yang boleh saya pikirkan. Bukan, saya bukan mau lekas menikah kok. Saya masih santai , halah ceilah . Saya hanya berfikir, mungkin kita harus sadar bahwa ada hal yang “serem” di dunia ini, dan kita sebentar lagi akan sampai pada fase tersebut. Well, for sure menikah itu “seram”, jadi sedih lah kalau menikah tidak dipikirkan baik-baik. 

Bytheway, selamat kepada semua yang menikah, terutama Anang Ashanti, semoga lekas punya anak dan hidup bahagia selamanya.

jauh dekat sama aja mbak
– bang angkot. akan saya ingat selalu perkataannya. JAUH DEKAT SAMA AJA WOY!

Aryo(k) #31harimenulis

Halo! Selamat weekend pengunjung yang budiman dan pintar dalam move on. Sudahkah anda ngetwit “TGIF” hari ini?

Tadi malam, saya mendadak terbesit nama bayi. Gak tau kenapa, tapi pengen kasih nama bayi. Saya sempet punya beberapa persiapan nama. Kalau cewek saya pengen kasih nama Agni, artinya api. Kalau cowok saya pengen kasih nama Banyu, artinya air. Terus sempet mikir juga kalau nama Galaksi keren. Tapi saya inget-inget kalau nama Galaksi itu adalah nama salah satu pemeran Gogo girls (Sinetronnya 7Icons), gak jadi deh… Tapi saya selalu terbayang satu nama yaitu Aryo. Someday, kalau punya anak akan saya namai Aryo. Kenapa Aryo? Karena nama ini dulu hampir saja menjadi nama saya. Usut punya usut dengar curi dengar bapak saya dulu kepengen anak laki-laki dan beliau sudah menyiapkan nama “Aryo Jati Pamungkas” untuk saya yang lagi diem di perut ibu. Ternyata, saya perempuan. Akhirnya namanya diganti jadi nama cantik untuk orang cantik (pfft!) jadilah Anindita Lintang Pakuningjati (anyway nama saya di blog 31harimenulis.blogspot.com salah, bukan Adindita(?) tapi Anindita). 

Ngomong-ngomong soal Aryo, sebenarnya saya menulis aryo-aryoa ini bukan mau membahas soal nama bayi. Tapi saya mau menulis tentang salah seorang teman saya, teman dekat saya, yang bernama Aryo. Nama lengkapnya Aryo Adhi Prasetyo. Semoga saya punya fotonya supaya kalian bisa lihat. Pelan-pelan kalau ngeliat, jangan langsung berprasangka buruk. (ternyata upload foto ditengahnya eror, nanti ya dibawah liat penampakan dia)

Saya dan dia berteman sejak kelas X. Kita ketemu di kelas X.12. Sebenarnya kita dipertemukan dan diakrabkan secara tidak sengaja saat ulangan. Jadi saya absen 4, dia absen 5 dan kita teman yang saling mengerti kekurangan dan kelebihan, kita saling melengkapi. Melengkapi jawaban…. Yes, dia rekan ulangan saya. Tapi kemudian kita jadi akrab, saya lupa kenapa bisa akrab, yang jelas akrab. 

Saya dan dia punya panggilan khusus. Saya panggil dia kecil, dia panggil saya kecil, cieeeeeeeeee -____-. Saya panggil dia kecil karena dia kecil, kecil beneran HAHAHA. Dia panggil saya kecil karena saya berbadan kecil langsing seperti model. Jadilah kita sama-sama kecil.

Dia ini orang yang suka sepak bola. Dia salah satu pemain bola favorit saya. Oh dia 

atlet kok, kan dia anak GFC. Kalau gak salah GFC itu kepanjangannya Ganesha Football Club, club sepak bola SMA 3 Semarang. Atlet toh? Ya atlet lokal…

Menurut saya, dia ini pintar sekali. Pintar pelajaran eksak, pintar boso jowo (alus bisa kasar cumlaud), dan dia pintar membaca alquran serta mulai fasih berbahasa arab. Dia pintar sekali, saya jadi sadar jasa-jasanya membantu saya naik kelas X setelah menulis ini -____-. Saya tidak tahu apa yang dia tidak bisa. Mungkin saya termasuk orang yang iri sekaligus kagum. Ya tentu dia punya kekurangan, banyak. Tapi saya kagum saja sama dia. Sekarang, dia kuliah di Undip jurusan teknik kimia. Keren kan temen saya ini? Iyalah saya kan keren…pret.

Oke, itu tadi sekilas tentang dia. Teman saya yang kecil dan lucu tapi nyebelin dan tegaan. Saya kangen main sama dia dan temen-temen yang lain. Saya kangen ngobrol banyak apalagi kalau lagi banyak masalah kayak gini. Nanti kalau saya ke semarang semoga saja bisa ketemu. Anyway, ini fotonya dia. Semoga tidak mengundang gosip hangat yang ngalahin persiapan nikah ashanti anang ya.

(my bad ternyata fotonya gabisa di upload. Kenapa ya saya juga tidak tahu. Nanti saya upload foto dia lagi oke. Dia gak ganteng banget kok gausah penasaran banget ya -___- hahaha)

hai cowok, gausah bilang lemah ke cewek yang lagi sakit perut karena menstruasi. Coba kamu sehari saja mens sana. Rasain sendiri…
– seriously man….
Selamat ulang tahun, lintang #31harimenulis
17 tahun ke 18 tahun #31harimenulis
“ternyata rasa ini benar adanya…” #31harimenulis
Iklan Casablanca: tereak yuk
banyak kata kangennya T.T #31harimenulis
serem gak sih? #31harimenulis
"jauh dekat sama aja mbak"
Aryo(k) #31harimenulis
"hai cowok, gausah bilang lemah ke cewek yang lagi sakit perut karena menstruasi. Coba kamu sehari saja mens sana. Rasain sendiri…"

About:

Following: